1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

19 December 2014

Cerita pada Sebuah Foto



Assalaamu'alaikum...

Saya suka memotret, walaupun motretnya juga asal jepret. :D
Memotret apapun, baik itu benda hidup atau benda mati. Sampai ada teman yang bilang sama saya : "Nggak ada kerjaan,ya? Ulet bulu yang sedang lewat juga difoto."

Ulet bulu lagi jalan di pagar teras rumah kayu.
Hehe, iya memang... seperti orang yang kurang kerjaan. Tapi saya suka! Saya suka! Apa boleh buat, saya sudah terlanjur suka sama dunia fotografi. Yaaa, masih belajar 'menangkap scene', sih. Masih belajar ngambil angel yang tepat. Masih belajar teknik. Dan masih masih yang lain.

Beberapa foto saya pajang di blog. Namun lebih banyak saya simpan saja di komputer sebagai koleksi pribadi.

Dalam memotret, saya seperti merasakan kepuasan tersendiri ketika saya bisa memutar rekaman (mengulang kembali) moment yang telah lewat hanya dengan memandangi sebuah foto.

Sebuah foto yang "bercerita" saya yakin ada banyak kisah dibalik pengambilan foto tersebut. Contohnya, banyak fotografer yang sampai harus mendaki gunung tinggi demi sebuah hasil foto Danau Kelimutu yang memuaskan. Atau rela menantang bahaya demi foto singa yang sedang menyusui anaknya. Dan jika mereka ditanya bagaimana saat pengambilan foto hasil karya mereka, pastilah akan ada banyak cerita. :)

Ah, nggak usah foto yang great semacam di atas. Foto sederhana seperti tomat mateng pun pasti ada cerita dibaliknya. Cerita bagaimana si pemoto menanamnya, menunggu matangnya dan sebagainya ...dan sebagainya.

Juga seperti foto saya yang pernah saya posting pada bulan Maret 2014. Foto tersebut untuk diikutsertakan dalam Weekly Foto Challenge Street Life dan Turnamen Foto Perjalanan bertemakan Grey. Foto yang saya ambil di sebuah jalan di Yogjakarta pasca bencana alam meletusnya Gunung Merapi ternyata menang dalam Turnamen. Uh, senangnya.

Didalam satu foto ini, tersimpan kenangan bagaimana saya, suami, dan relawan dari Bandung bersama Amal Madani Fondation menyalurkan bantuan untuk warga. Masih teringat bagaimana kami berangkat terkendala bus relawan yang tiba-tiba saja mogok. Teringat bagaimana kami menyusuri jalanan berabu, melihat pohon, binatang ternak dan rumah-rumah yang rata berwarna abu-abu karena tertutup abu vulkanik yang sangat tebal. Teringat bagaimana saat kami menghibur anak-anak dengan berbagai game. Dan juga, teringat nasib kami yang selama berjam-jam menunggu bus lewat. Qiqiqi.... Semua itu terintas kembali saat saya memandangi foto Sebuah Jalan di Yogjakarta.

Anak-anak korban bencana Gunung Merapi
Halte Giwangan 
Dari sebuah foto, akan ada banyak cerita yang terkandung di dalamnya.
Bagaimana sebuah foto 'bercerita' adalah bagaimana seorang fotografer mempunyai 'ketajaman' mata dalam mengambil moment yang tepat. Serta ketajaman hati. Memoto melibatkan hati, bisa terlihat pada hasil fotonya,-kata ahlinya. :D :D

12 comments:

  1. setuju bangeeet mbaaa...di balik sebuah foto, ada segudang cerita :)...keep taking pictures and share them :)..sukses GAnya ya mbaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih agak2 nggak pede buat nge-share sebenernya.

      Delete
  2. Saya juga suka memotret. Apa saja yang lewat di depan mata jadi sasaran lensa. Yang mengentikan saya cuma rasa tak enak, misalnya merasa tak enak kalau-kalau orang akan risih dengan aktivitas ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya rasa kalau motonya dengan gerakan yang wajar, orang akan mengerti. Yang bikin risih mungkin krn gerakan yang mengganggu. Misalnya di tempat yg sedang berdesak-desakkan.
      #Keep jepret :))

      Delete
  3. Hobinya sama nih mba, suka bgt fotografi. Jepret sana sini. Sayangnya belom punya kamera yang memadai. Selaamt menekuni dunia fotografi ya mak..sukses juga utk kontes GAnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam asal jepret. :)) #keepjepret

      Delete
  4. Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #89

    ReplyDelete
  5. butuh ketekunan juga kadang2 dalam motret. ada temen itu sampe ngelantai atau nungging kalau udah ambil obyek foto mbak.. btw, ulat bulunya bikin merinding..heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. he em, itu yang maksimal biar angelnya bagus. saya juga kadang gitu, tapi bikin badan pegel2 sehabis hunting foto. :v
      hihi

      Delete
    2. di balik sebuah foto yang bagus ada orang yang rela menderita ya mba hehe

      Delete
  6. Suka foto2 human interest seperti itu

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)