28 October 2014

Menjemur Padi

Ceritanya kami sekeluarga sedang liburan di rumah orang tua saya. Waktu itu barengan sama musim panen padi di sana. Jadilah, saya kebagian menjemur padi. Sebagai anak bungsu yang manja dan sedikit kerja, saya merasa senang bisa membantu seperti ini.

Yeaaah, sepertinya hal yang sangat sepele, ya. Tapi ini membuat saya menjadi menghargai arti penting para petani yang menanam padi, merawat padinya, memanen, menjemur, hingga memasok ke pengumpul. Hingga akhirnya sampai di kota-kota yang di dalamnya nggak ada lahan lagi untuk menghasilkan padi sendiri. *jadi lebay gini ya?* -__-  Sumpeh deeeh, capek juga njemur padi teh.

Menjemur padi ternyata disenangi oleh anak saya yang kedua, Akram. Akram antusias sekali saat memasukkan gabah ke dalam karung. Dalam pikirannya, ini adalah kegiatan yang amazing kali,ya. Memasukkan butiran-butiran padi yang kecil-kecil ke dalam sebuah wadah bisa melatih gerak halusnya, yaitu menggenggam/ menjumput benda kecil. Dan juga, merangsang gerak halus lainnya. Dia berlatih merasakan bentuk permukaan. Permukaan kulit gabah yang kasar dan sedikit runcing di ujungnya, membuat Akram sering mengibas-ngibaskan tangannya. hehe, lucu dech liatnya.

Biar nggak dibilang hoax, anda bisa melihat bagaimana dia "membantu" memasukkan gabah ke dalam wadah. Kemudian Akram meminta saya memasukkannya ke dalam karung. :)

video


1 comment:

  1. Al juga sering bantu mbah kakung jemur padi :D

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)