18 July 2014

Jangan Jadi Reaktor

Hemmmh... sebenernya saya pengin banget nulis ini dari sejak beberapa hari yang lalu. Ceritanya biar saya bisa puas ngata-ngatain orang itu. Siapa? Entahlah. Pokoknya waktu itu saya masih emosi. Jadi saya urungkan niat untuk menuliskannya, ya, supaya tidak terbawa emosi. :)

Jadi saat sebelum pilpres dan beberapa hari sesudahnya. Bahkan sampai hari ini. Orang-orang, yang semangat banget menjadi (sok) relawan, atau yang mendukung salah satu calon secara fanatik, akan begitu membahana juga dalam berkoar-koar. Mereka membalas "pantun" dari kubu lain dengan menuliskannya di media sosial -milik mereka sendiri. Nah, karena saya membaca kata-kata -maaf makian- itu, jadi saya sebagai temannya jadi merasa bahwa kata-kata itu buat saya. Padahal mungkin bukan.

Karena hal itulah saya jadi mikir, mikir, dan mikir lagi. Kenapa , ya, orang-orang itu pada bereaksi seperti itu? Ini pertanyaan yang saya sendiri juga susah menjawabnya. Saya nggak mau memaparkan asumsi saya di sini kenapa orang bisa begini bisa begitu, karena saya nggak tau apa yang melatarbelakangi mereka bertindak seperti itu.

Jangan Jadi Reaktor 

Saya sudah lama mendengar kata-kata tausiah ini dari seorang ustadz kondang dan beliau salah satu favorit saya.
"Jadi orang itu jangan jadi reaktor. Artinya jangan mudah bereaksi terhadap sesuatu yang terjadi di sekelilingnya. Orang yang seperti ini akan cepat merasa capek."
 Begitulah kata ustadz waktu itu. Contoh dalam keseharian seperti apa?
Misalnya, ketika sedang berkendara di jalan raya yang panas dan sedikit macet. Tiba-tiba sebuah motor berkecepatan tinggi menyalip. Orang yang reaktor, akan mengumpat sambil mengeluarkan sumpah serapah kepada si pengendara motor.
Kalau saya ambil contoh dalam kejadian di sosmed tadi, jika orang yang reaktor , ia akan membalas "pantun" yang nylekit itu dengan menuliskan hal yang serupa di akun media sosial pribadinya. Dan ini pun akan dibaca oleh teman-temannya. Dan teman-temannya yang reaktor pun akan melakukan hal serupa. Begitulah seterusnya. Lingkaran "pantun nylekit" itu nggak akan ada putusnya.

Lalu Apa yang Sebaiknya Dilakukan? 

Saya akan tuliskan apa yang sudah saya lakukan saja. Saya sering sekali menemui hal-hal yang memancing kemarahan. Namun tidak serta-merta saya akan membagikannya ke dunia maya yang mengerikan ini, kalau tidak mau dibilang jahat. Karena itu akan memancing reaktor-reaktor lain bermunculan. (*huahahaha, #ketawa syetan. ya ya ya... kalau sudah begitu , syetan yang akan senang)

Biasanya, saya akan mencari alasan-alasan baik yang saya buat sendiri. Misalnya, dalam kasus berkendara tadi. Saya akan terlebih dahulu berpikir mencari seribu satu alasan, mungkin dia terlambat, dan dia harus cepat-cepat, mungkin istrinya mau melahirkan jadi kudu cepat, dan bla bla bla.
Atau di kasus media sosial, saya biasanya akan cari tau apa penyebabnya. Jika sudah kenal baik akan saya tanya langsung melalui pesan pribadi. Atau jika belum kenal, saya akan menjadi stalker untuk beberapa saat. ^_^ v
 Gak ada kerjaan banget , dech , stalking -in orang. hehehe apa boleh buat dari pada saya berburuk sangka sama orang itu atau lebih jauh lagi memutus pertemanan. muehehe :p

Jika hal itu tak berhasil mengerem , gimana?
Saran saya sich. Segera log out dan letakkan perangkat mu yang menghubungkanmu dengan media sosial. Simple bukan? *kemudian ditimpuk rame-rame pake molen pisang*

Sudah Merasa Gak Jadi Reaktor ?

Emang loe gak pernah emosi apa kalo ada yang ngatain ?
Nah, itu. Sampai saat ini, saya juga masih terus berlatih untuk nggak bereaksi berlebihan dengan sesuatu yang bersifat negatif. Membuang jauh-jauh perasaan ingin membalas sebuah kejahatan dengan kejahatan. Karena saya tidak ingin energi negatif itu menyebar ke alam dan kembali lagi kepada saya.

Bersambung....


2 comments:

  1. kebanyakan sih *termasuksaya* suka baca dan share, padahal kan belum tentu benar beritanya yah :( .. Dan termasuk Gosip hiks hiks

    ReplyDelete
  2. Menunggu kelanjutan tulisan ini ^^

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)