08 May 2014

Hape Pertama [Flash Fiction]


Dinda telah berada di depan toko telepon seluler.

"Me-ga." ia mengeja kata yang terpampang besar di atas ruko itu. "Nggak salah lagi, inilah toko yang disebut-sebut kakakku sebagai toko paling murah seCimahi."

Dinda melangkah masuk ke dalam toko itu. Dia celingukan mencari pramuniaganya. Setelannya mungkin tidak mengundang perhatian. Jelas saja, dengan seragam kerja, wajah kusam dan rambut berantakan siapa juga mau mendekat.
Akhirnya setelah toko sedikit pengunjung, baru ia didekati seorang pramuniaga.

"Sore, mbak. Ada yang bisa dibantu?"

"Eng.. anu, mas. Saya mau beli hape."

"Oh, mari sebelah sini." Pramuniaga itu menunjukkan etalase yang memajang berbagai jenis handphone.

"Waduh, banyak sekali , ya, mas." Dinda melihat satu persatu. "Duuh, mana ya ,yang kemarin dibilang sama masku." Dinda bergumam. Ia berpikir sebentar. "Kata masku, Nokia yang tipe..., waduh saya lupa e, mas."

Kemudian pramuniaga itu mengeluarkan beberapa contoh handphone merk Nokia yang sedang booming di tahun 2007. Dinda pun meneliti satu-satu.

Akhirnya, setelah setengah jam berkutat di depan etalase toko, Dinda mengambil keputusan. Pramuniaga itu  lega terlihat dari bahu yang diturunkannya.

"Ini aja, mas. Berapa harganya?"

"Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah, mbak. Sudah sama kartu perdananya." Dinda mengambil uang dari dalam tasnya, lalu membayarnya. Tidak banyak tawar menawar, karena Dinda tidak bisa menawar.

"Terima kasih , ya mas." Dinda keluar toko. Senyumnya mengembang. Akhirnya, kini dia punya telepon genggam untuk pertama kalinya.

***

Sore sepulang kerja di hari berikutnya. Dinda berjalan sambil terus memainkan telepon genggamnya.

"Dinda, kamu nggak naik angkot?" tanya salah satu teman kerjanya.

Dinda tersenyum, "Enggak, Fi, aku jalan aja."

Gaji pertama Dinda, sudah habis dibelikan handphone.

~* End *~

260 kata

Dinda kok katrok bangeeuut, yak.. -_-





10 comments:

  1. Wah, itu ponsel pertama saya juga Nokia 1110 kalo nggak salah saudaranya 1112 :D warna abu... :D
    Salam kenal \(^_^)/

    ReplyDelete
  2. Berasa inget dinda yg ituh. Hrsnya prckapan terakhirny,dinda ,kamu nggak naik kereta?hehe

    ReplyDelete
  3. hahaaaiii...dindaaaa...keren banget ih jalan kaki, sehat daripada naik kereta ntar kebanyakan nyinyir loh *eh

    FFnya super duper asyiiikkk mba, suka deh bacanya.

    ReplyDelete
  4. jalan kaki sambil telponan biar ngga kerasa capeknya hihihi

    ReplyDelete
  5. @mbak Wulan : *tos* ah :) Salam kenal juga
    @mbak Dian : ehemm, Dinda yg mana, ya. hihihi :D
    @mbak Uniek : biar langsing ,ya , mbak.. Jalan kaki yoo :)
    @mbak Rahmi : Kayak pengalaman pribadi nih? ;)

    ReplyDelete
  6. Aih kisah Dinda mirip2 saya dulu hahahaha...katrok maksute hihihihi

    ReplyDelete
  7. tapi kan jadinya seneng punya hape

    ReplyDelete
  8. hahhaha duuuh aku sampe ketinggalan yg ini ya... perasaan udh komen tp ternyata ga ada
    ya uahlah, makasih ya mak udh ikuutan GA-ku :)))

    ReplyDelete
  9. Dan aku belum juga nulis tentang hape pertama ini

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)