1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

09 April 2014

Prompt #46 : Ketika Ibu Jatuh Cinta

credit
Bunyi klakson dan deru kendaraan bersahutan menambah kegarangan Jakarta siang itu. Aku dan gengku berkumpul di café kawasan Kemang. Tak sengaja aku melihat seorang wanita yang tidak asing bagiku. Duduk di café seberang jalan bersama seorang pria berjas hitam. Mereka mesra sekali. Ah.. Ibu, sudah lama tak kulihat senyum sebahagia itu.

Tak lama mereka keluar , lalu masuk mobil Accord hitam.
Sampai di rumah, aku langsung masuk kamar tak menghiraukan  ibu yang menyuruhku makan malam.

“Ya, Tuhan…kenapa ibu tega melakukannya. Apakah ibu mau meninggalkan kami demi laki-laki itu?”

Di sekolah, aku tidak konsentrasi dengan pelajaran.
“Nanti aku akan ke cafe, mungkin mereka di sana,” pikirku.

Dugaanku benar. Pria itu memberi seikat bunga dan menyematkan cincin di jari manis ibuku. Tiba-tiba gerimis turun. Kubiarkan diriku basah.

Jam tiga aku sampai di rumah. Tidak ada orang. Ayah belum pulang kerja, kakak di kampus, dan ibu….
Jam setengah tujuh satu persatu pulang. Dan semua berlalu masuk ke kamar masing-masing.

Makan malam terasa canggung. Tidak ada kehangatan sama sekali. Ayah dan kakak lebih senang memainkan handphonenya dari pada ngobrol denganku.

“Ehheem. Ayah, kakak, Lala …ada yang mau ibu bicarakan dengan kalian. Ibu…”

Aku membanting sendok dan garpu, “Ibu tidak usah bilang apa-apa, Lala nggak mau dengar!” aku berlari ke kamar dan membanting pintu.

Malam itu aku sakit. Dan ibu sangat telaten mengurusku hingga aku sembuh seminggu kemudian.

Sore ini, diam-diam aku membuntuti ibu. Sesuai dugaanku, ia kembali bertemu dengan pria itu. Setiap gerak-gerik mereka kuamati dari jauh. Kali ini, ibu tidak berdandan dan memakai baju bagus seperti dua minggu yang lalu. Ibu mengembalikan cincin kepada pria itu kemudian pergi sambil menangis.

Thank’s God.
*


Hari berlalu. Aku menunggu hujan reda di halte. Melintas di depanku mobil ayah. Aku hendak menyetopnya namun kuurungkan. Karena di sampingnya duduk seorang perempuan muda memakai rok mini. Mereka bergenggaman tangan.

*** end ***

300 kata

Bandung, 9 April 2014

12 comments:

  1. Heeh...ayahnya jg selingkuh???

    ReplyDelete
  2. Deg!!! bagus ceritanya... ngetwist

    ReplyDelete
  3. Ceritanya bagus, Uwien. Saran aja nih, untuk FF yang dibatasi jumlah kata yang diperbolehkan, rentang waktu kejadian yang lebar membuat cerita jadi 'terpaksa' melompat dengan cepat. Cerita dalam satu waktu (satu hari misalnya) akan membuat kisah ini padat dan tak melompat-lompat. :)

    ReplyDelete
  4. kurang mengalir, Mak, alur ceritanya :) terpatah-patah banget, padahal idenya lumayan nih...

    ReplyDelete
  5. Sepakat sm mba Carra dan Bang Riga, idenya bagus..

    ReplyDelete
  6. Mak, minta izin untuk ku remake ya :)

    ReplyDelete
  7. Iya, saya yang bikin juga ngerasa ceritanya terpatah-patah (*capek loncat-loncat).
    Silahkan mak Carra, dengan senang hati di remake ^_^

    ReplyDelete
  8. Dijeda gitu kayak ada yang terlewatkan, ya. Idenya udah ok.

    ReplyDelete
  9. iya mama dan papanya sama aja yahh nak..... *gemesss dehh baca ceritanya

    ReplyDelete
  10. ya.. sebelas dua belas.. ibu dan ayahnya sama2 tukang selingkuh..

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)