24 March 2014

#Sakinah Bersamamu

Markonah baru pulang dari arisan ketika Paijo, suaminya, sedang duduk di depan komputer.
"Lagi opo tho, mas?"
"Ngendhog",Paijo menjawab sekenanya, Markonah cemberut. Melihat istrinya yang lagi sensi dua hari ini, Paijo menjawab lagi, "Lha udah liat masmu ini lagi di depan komputer, ya, berarti lagi mbuka internet to. Fesbukan. Chattingan sama temen lama."
Markonah langsung masuk kamar mandi setelah meletakkan tasnya di meja. Paijo menghela nafas melihat tingkah istrinya itu. Lalu kembali cengengesan ketika kembali berhadapan dengan monitor.
Setelah shalat Ashar, markonah menghampiri Paijo.
"Apa enaknya fesbukan sih, mas? Sampeyan kok kalau udah gitu suka cengengesan, kadang malah ngakak-ngakak sendiri. Aku kan jadi takut kalau-kalau suamiku yang ganteng ini jadi gila cuma gara-gara fesbuk." Markonah melingkarkan tangannya seperti mau minta gendong belakang.
"Makanya, adek kudu belajar yang beginian. Biar nggak gaptek gitu lo."
"Halllah, terus kerjaanku siapa yang mau ngerjain? Apa baju sama panci kotor bisa bersih sendiri kalau aku ikut-ikut anteng depan komputer?" Markonah duduk di sofa dan menyalakan tivi.
"Bukan gitu juga. Kalau adek bisa komputer dan bisa make internet khan, jadi joss gitu. Biar nggak disepelekan sama bos mu itu." Paijo membenarkan letak kaca matanya. "Kamu juga bisa banyak belajar dari internet. Blajar masak, njahit, dandan. Nanti kan masmu ini makin cintah sama kamu." Paijo mengedipkan matanya.
Markonah mesam-mesem.  "Iya deh, mas. Besok aku akan mulai belajar komputer dan internet. Mas ajarin aku yach!"
"Siiiip..." Paijo mengangkat jempolnya.
*** 
Cerita di atas untuk status saya yang ini :


Saya contohkan dengan hal sederhana seperti di atas. Sebenarnya nggak cuma itu, ketika seseorang menikah, ia harus bisa berubah ke arah yang lebih baik. Baik itu kepribadiannya maupun keahliannya. Setuju?

Ps, status saya itu nggak ada yang komen, tapi likenya mencapai 283 orang. #umuk, kekeke :D
*** 
Sebulan berlalu.
Hampir maghrib, Paijo baru pulang kerja. "Kemana istriku. Biasanya langsung menyambut dengan senyum manisnya saat aku pulang." batinnya.
"Dek...dek...dek Markonah, di mana dikau? Mas udah pulang niiich." Paijo ke dapur, meneguk segelas air putih, lalu masuk kamar mandi.
Markonah mendengar penggilan suaminya. Ingin bangun dan menyambut, tapi badannya tidak mau diajak kompromi.
"Aduh." Markonah merintih dan kembali berbaring.
Paijo masuk kamar, " Ya ampun dek, badanmu panas sekali. Tadi pagi masih ndak apa-pa."
"Iya , mas. Badanku rasanya kayak di pukuli seribu orang. Lemes. Ndak kuat bangun. Maaf yo, mas."
Paijo menyelimuti istrinya, lalu memijit kakinya.
"Udah minum obat belum, dek?" Markonah menggeleng. "Sudah makan?" Markonah menggeleng lagi.
Paijo mendesis pelan, tampak di wajahnya raut kuatir. Paijo segera berdiri dan pergi ke luar kamar. Sesaat kemudian kembali dengan membawa bubur dan segelas coklat panas.
"Ini dimakan dulu. Mas suapin, ya." Paijo membantu istrinya duduk di tempat tidur.
"Duh, istriku sayang, saking semangat belajar sampai sakit begini. Aaaak... Mas tahu, kamu ingin cepat bisa, tapi tetep jaga kesehatan, dong. Mas nggak mau kalau adek kenapa-napa."
Markonah meneteskan air mata, terharu karena suaminya sangat menyayanginya.
"Jangan sedih to, nanti dibeliin es krim dech." Markonah memukul bahu suaminya pelan. Senyum mengembang di wajah pucatnya. Ia tahu suaminya sedang menyandainya.
"Alhamdulillah habis juga semangkok. Pasti lapar ya dari tadi?" Paijo mengelus kepala istrinya.
"Makasih ya, mas."
"Ini, minum obatnya. Mas mau ke depan gang sebentar nyari makanan. Kamu istirahat lagi ,ya, biar lekas sembuh."
Dalam hati Markonah sangat bersyukur mendapatkan suami yang sabar, pengertian, dan penyayang seperti mas Paijo. :))))


***
Di saat sakit lalu mendapat perhatian seperti itu rasanya sangat luar biasa. ^_^

CATATAN :
Tulisan ini sebenarnya dibuat untuk ikut GA-nya Pakde Cholik Giveaway Blogger dengan Dua Status. Tapiiii karena ternyata kolom komennya sudah ditutup, itu berarti sudah nggak bisa diikutsertakan. Walau begitu nggak papa kok, teteup akan dipublish.
Eiya, barusan lihat artikel contoh. Punyaku ini beda sama  yang dicontohkan. Muahahaha.. biarin (lagi) aja :p
***
Markonah pulang dari warung.
"Mas, mas, mosok yo mas.. gara-gara aku sakit kemarin itu, sama temenku dikira hamil lagi!"
Paijo ngakak.


7 comments:

  1. Waaa..asiknya Kalo sakit dirawat suami...:)

    ReplyDelete
  2. ikutan ketawa...muahahaha...

    ReplyDelete
  3. emakkk maafkan daku fbku ternyata dihack. Sedih sekali padahal fb buatku adalah masa depanku sebagai penulis.. siapa tahu 10 tahun kemudian aku akan setenar asma nadia.

    aku putus asa mak. dilema juga. mungkinkah aku harus berhenti ngeblog dan nulis??

    ReplyDelete
  4. mak Hana : Masya Allaoh, ya ampuuuun. Maaf ya udah su'udzon. Kemaren itu aku kangen padamu kenapa gak muncul2 di fb, pas di cari juga nggak ada. Kalo gitu bisa bikin fb baru lagi nggak?
    Teteup nulis dong. Aku suka tulisan2mu.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)