1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

07 January 2014

Gigi Tumbuh Gigi Tanggal



Hari ini saya tiba-tiba merenung. Saat melihat gigi anak saya, Akram 1 tahun setengah, sudah ada 12 buah. Sepertinya baru kemarin giginya ada empat atas bawah. Kalau sebelumnya, saya langsung jingkrak-jingkrak. Eee, ini pun iya. :D

Beberapa jam setelah itu, gigi geraham saya tanggal, namun tanggalnya gak langsung dengan akarnya. Mripil sedikit demi sedikit gitu. Rasanya sedikit ngilu dan gak nyaman di lidah karena gigi yang masih menempel menjadi tajam. Sehingga mengganggu saat saya mengeluarkan suara, jadi terdengar ‘cadel’. Jadi seharian itu saya nggak banyak omong. :(



Hemm, dengan diambilnya sedikit saja kenikmatan dari tubuh saya, rasanya semakin membuat diri ini mengagungkan Sang Pencipta.

Betapa cintanya Ia terhadap makhluknya, sehingga memberi tubuh yang super duper canggih ini. Memberi gigi yang tumbuh dengan sempurna, bentuknya sempurna, letaknya pun sempurna sehingga tak menyusahkan kerja organ lain.


 Gigipun bertasbih menyebut AsmaNya –dengan bahasa yang tak dapat didengar telinga, namun bisa dipahami bagi mereka yang berfikir- saat ia mulai tumbuh pertama kali.


Gigi mematuhi perintahNya untuk tumbuh bertahap menyesuaikan dengan perkembangan pemilik tubuh. Gigi tidak protes saat manusia masih kanak-kanak hanya memunculkan 20 buah saja, padahal gigi bisa saja protes, “Tuhan, aku mau semua keluargaku  bisa berkumpul saat ini juga.” Tapi itu tidak ia lakukan. Ia sabar menunggu bertambahnya umur manusia untuk bertemu dengan gigi yang lain. Coba bayangkan ketika bayi baru lahir, tiba-tiba ke-20 giginya sudah nangkring di rongga mulutnya, khan ngeri? hehe

Allah menciptakan segala sesuatu itu pasti tidak sia-sia. Dan mengambil sesuatu dari muka bumi inipun nggak sia-sia, semua pasti ada maksudnya. Seperti yang baru saya alami (errr, walaupun ini akibat ulah saya juga gak merawat gigi dengan baik) Hal kecil memang, hanya seedikit bagian gigi saya yang hilang. Namun, ini membuat saya berfikir sangat banyak. Sangat banyak.

Allah memberi Allah akan memintanya kembali suatu saat.
Semua yang ada di tubuh kita adalah titipan, kalau yang nitip mau mengambilnya masa kita mau marah?

# Do you thinking about this?

0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)