25 December 2013

[Cerpen Gurita] Rumah untuk Moli



Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah Taman Laut Kanak-Kanak. Riri si gurita kecil berwarna merah hendak berangkat ke sekolah bersama Ibunya. Riri senang sekali karena akan bertemu teman-temannya dan Gurunya yang baik hati.



“Ibu, aku sudah siap.” Kata Riri kepada ibunya. Riri sudah memakai tas dan topi warna merah kesukaannya.

“Oke, ayo kita berangkat.”

Riri dan Ibu Grita pergi menyusuri terumbu karang yang indah-indah. Di jalan, mereka bertemu dengan Pak Dudut si ikan badut berwarna kuning dan anaknya Moli. Kelihatannya Pak Dudut sedang ada masalah. Begitu juga dengan Moli.

“Selamat pagi, Moli. Selamat pagi, Pak Dudut.” Ucap Ibu Grita dan Riri hampir bersamaan.

Namun bukannya menjawab Pak Dudut malah diam dan terus saja berenang melewati Riri. Moli, anaknya mengikuti dari belakang. Dari raut wajahnya Moli nampak sedih.

“Ibu, kenapa Pak Dudut dan Moli tidak menjawab ucapan salam kita? Mereka sombong,ya Bun?” Riri bertanya kepada Ibunya.

“Eeh, Riri, nggak boleh langsung menilai orang hanya karena satu kejadian. Biasanya keluarga Pak Dudut kan baik sama kita. Mereka selalu tersenyum dan menyapa kita.”

“Lalu, kenapa jadi begitu, Bun?”

“Bunda juga kurang tahu, Riri. Sebab Bunda kan belum ngobrol sama Pak Dudut dan Moli.” bu Grita berkata lembut sambil membelai kepala Riri.

“Nanti sepulang sekolah, kita coba berkunjung ke rumah Pak Dudut,ya.”

Riri menganggukkan kepalanya tanda setuju. Namun dalam hatinya, ia masih merasa bingung dan sedikit sebal dengan Moli dan ayahnya karena tidak mau menyapa.

Hari ini, Bu Guru Pe mengajak murid-muridnya untuk berkeliling menyusuri Taman Laut yang sangat indah. Banyak sekali tanaman dan terumbu karang yang indah berwarna-warni. Semua anak sangat senang dengan pelajaran hari ini. Kecuali Moli, ia dari tadi hanya diam saja.

“Moli tidak ikut bermain sama teman-teman?” Bu Phe bertanya kepada Moli. Yang ditanya hanya diam dan tertunduk. “Kenapa wajahmu jadi sedih begini? Maukah kamu cerita sama Ibu Guru?”

Sebenarnya Moli ingin sekali bercerita apa yang menimpa keluarganya kepada Bu Phe. Tapi ia takut kalau teman-temannya tahu, ibu dan ayahnya akan malu.

“Baiklah kalau Moli tak mau cerita. Tapi, kalau Moli butuh Ibu, Bu Guru akan selalu ada buat Moli.” Bu Phe meninggalkan Moli sendiri menuju tempat duduk di dekat anak-anak yang tengah bermain.

Tiba saatnya pulang sekolah. Sebelum pulang, Bu Phe menanyakan kepada murid-murid apa yang mereka dapatkan dari kegiatan hari ini. Anak-anak antusias menjawab secara bergantian.
Anak-anak telah berdoa dan bersiap pulang. Para orang tua sudah menunggui anaknya.

Siang ini, Riri dan ibunya langsung pergi ke rumah Pak Dudut. Barusan ketika menjemput Moli, Pak Dudut Nampak tergesa-gesa sekali. Jadi, Bu Grita tidak sempat menanyai.

Sesampainya di rumah Moli, Bu Grita dan Riri sangat kaget melihat koral tempat tinggal keluarga ikan badut sudah porak-poranda.

“Ya Tuhan, apa yang terjadi, Pak Dudut?” tanya Bu Grita.

“Rumah kami dirusak oleh manusia. Mereka mengambil rumah dan juga menangkap Ibunya Moli.” Ucap Pak Dudut sedih.

Tidak banyak yang mereka bicarakan. Riri dan Bu Grita segera pamit pulang.

“Riri sangat kasihan sekali melihat Moli dan ayahnya, Bu.”

“Iya, ibu juga.”

“Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka.”

Semalam, Riri tidak bisa tidur karena memikirkan Moli.

“Besok aku harus bantu Moli.” Ucap Riri dalam hati.

Keesokan harinya, Riri dan ibunya berangkat ke sekolah lebih awal.
Bu Grita menceritakan keadaan Moli dan keluarganya kepada Bu Phe. Sementara itu, Riri bercerita kepada teman-temannya dan meminta teman-temannya ikut membantu.
Hari itu Moli tidak berangkat sekolah. Murid-murid, guru, dan para orang tua sudah mengetahui musibah yang dialami keluarga Moli. Jadi, hari itu mereka menyusun rencana dan membagi tugas untuk membantu Moli.
Sore harinya, Bu Phe dan muridnya sudah siap dengan kejutan yang mereka bawa untuk Moli.

“Moli, ini teman-teman Moli yang bikin. Semoga Moli bisa kembali ceria.” Kata Bu Phe.

“Moli, ini terima,ya.” kata Riri sambil menyerahkan sebuah bingkisan.

“Pak Grita, kami orang tua murid kemarin mencarikan tempat tinggal untuk keluarga Bapak. Mari ikut bersama kami.” Kata Bu Grita.

Sekarang, Pak Dudut dan Moli sudah punya rumah lagi, yaitu sebuah koral yang sudah tidak ditinggali oleh ikan-ikan warga Kota Laut. Dan Moli bisa tersenyum lagi sekarang. Semua itu berkat bantuan orang tua murid TK Taman Laut dan juga Riri dan teman-temannya.

3 comments:

  1. Cerita yang menarik mak :)) Tapi blognya ini kok nggak bisa discroll pake pad ya? Bisanya cuma manual pake panah. Coba cek settingan atau ganti template mak :)

    ReplyDelete
  2. iyakah? etapi pake pad yg di netbook dan laptop saya masih bisa kok,mak. tapi akan sy cek settingannya. trims udah mampir :)

    ReplyDelete
  3. Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)