07 December 2013

Prompt#1 : G-String Merah


 Aku udah di parkiran nih, Jack.

 Oh ok. Elu langsung masuk kamar aja dulu, ya. Gw masih mandi nih.
Mehhh... Dion nyengir. Jaman sekarang. Mandi, hape juga dibawa. Watsapan sambil mandi. Dion terkekeh sendiri. Dia menuju kamar nomor dua di deretan kanan. Dibukanya pintu yang memang tak pernah terkunci, lalu masuk.


Kamar itu tak terlalu luas. Dipenuhi dengan barang-barang praktis. Dion menggelesot di lantai bersandarkan tempat tidur. Tapi tiba-tiba matanya tertarik pada sesuatu yang berwarna merah yang sedikit menyembul keluar dari bawah bantal. Penasaran, karena hampir tak ada baju setahu Dion yang berwarna merah di kamar ini, ditariknya benda berwarna merah itu.

Dion terkesiap. G-String? G-String warna merah?




Dion perlahan mengambil g-string itu takut yang punya nongol dari kamar mandi. Lalu menyelipkannya di bawah pantatnya. Tak mau gegabah tetiba marah-marah kepada Rojak.

Rojak keluar kamar mandi lima menit kemudian. "Eh, sorry agak lama. Biasa, ritual. Hehehe" Rojak yang terkenalnya dipanggil Jack cengengesan sambil mengacak-acak rambutnya pakai handuk.

Perasaan Dion tak karuan. Campur aduk antara bimbang dan cemburu tapi juga penasaran.
"Keluarkan. Jangan. Keluarkan. Atau jangan, ya? Aku ingin tahu siapa cewek terakhir yang bersama Rojak. Ah, tapi kalau doi marah bagaimana?", berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benak Dion.

Sial, kenapa aku cemburu? Cewek manapun dengan gampang ia dapatkan. Sedangkan aku, satupun nggak ada.

Akhirnya Dion tak mampu laagi menahan kegalauannya. Lalu ia mengeluarkan g-string merah dari bawah pantatnya, "Punya siapa lagi ini, Jack?!"

Jack yang masih sibuk sms-an sedikit kaget namun cepat-cepat dibuangnya ekspresi itu.

"Heran aku. Tampang kamu itu nggak lebih ganteng dari si Dede yang di Opera van Java itu, tapi cewek kamu banyak, cantik-cantik pula."

Rojak malah cuma cengar-cengir. Kemudian duduk di atas tempat tidur, menepuk pundak Dion, "Bener elo mau tau? Akan gue kasih tau nanti. Sekarang cao, kita pergi."

***
 
"Stop di sini." Rojak turun dari motor. Berdiri dengan senyum lebar dan menoleh ke Dion.

Dion menyeringai, "Ngapain kita ke sini, Jack?! Tempat serem kayak gini." pandanganya menyapu sekitar.

"Udah, Elu ikut aja."

Rojak mengetuk rumah kayu yang seperti tak berpenghuni itu.

"Masuk, Cu." Terdengar suara kakek-kakek dari dalam rumah.

Mereka berdua kemudian masuk dan duduk di depan pak tua itu.

"Ini teman saya, Mbah. Namanya Dion. Dia ingin ajimat seperti yang saya punya."

-----------------------------------------------------------------------

278 kata.
Dibuat untuk MFF.
Challange ini udah dari bulan April lalu, cuman saya baru ingin nulisnya sekarang :p



0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)