1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

01 December 2013

Belajar Membaca Iqro'

candid camera
Minggu-minggu ini Dhia mulai agak males kalau diajak membaca Iqro'. Banyak sekali alasannya, ya cape' lah, ya laper lah , ya pengen maen ini pengen maen itu. :(
Hmmm, segala cara udah dilakukan untuk membujuknya. Dan akhirnya kemarin Dhia mau lagi mengulang bacaannya dari A sampai Tsa. Masih hafal, Alhamdulillah. Kalo huruf Ja, Ha, Kho nya kadang-kadang masih ketuker-tuker.

Pernah gak teman-teman mengalami hal semacam ini? Anak meluncurkan berbagai alasan biar gak melakukan apa yang ibunya minta (dalam tulisan ini khususnya belajar). Berikut yang saya lakukan untuk menyikapinya. Bisa saja setiap anak beda penanganan, ingat lagi bagaimana karakternya,ya.

Pertama. Ketika anak sedang gak mood untuk belajar jangan di paksa, sekali lagi jangan dipaksa. Pertanyaannya, kalau gak mood nya itu terjadi setiap disuruh membaca Iqro', gimana? Jangan dimarahi. Cari tau kenapa anak gak mood terus menerus, apakah karena kecapaian, mengantuk, lapar, dan sebagainya. Makanya, saya harus jeli saat Dhia dalam kondisi seperti itu gak akan saya ajak untuk belajar Iqro'.

Kedua. Timing yang tepat. Saya selalu mencari waktu yang tepat untuk mengajaknya membaca Iqro', Saya menetapkannya setelah shalat Maghrib berjamaah di rumah. Jika sedang baik mood-nya, Dhia akan otomatis mengambil Iqro' dan langsung duduk di depan saya.

Ketiga. Contoh dari orang tua. Saya tidak hanya menyuruh anak untuk ini dan itu, namun harus dengan teladan. Saya membiasakan diri untuk mengaji tiap habis sholat, maka disitu Dhia melihat kebiasaan ibunya. Jadi, ketika habis sholat Dhia akan mudah untuk diajak mengaji.

Keempat. Kasih hadiah. Hadiah itu bentuknya macam-macam. Jika Dhia mau mengaji, saya selalu memberikan pelukan dan pelukan kepadanya. Selain itu juga mengatakan hal-hal yang membuatnya senang. Seperti : "Dhia anak yang sholehah,ya, mau belajar membaca Iqro'." Atau ketika Dhia ikut berbelanja saya membelikannya es krim (kesukaannya) "Dhia, ini hadiah karena Dhia mau mengaji."
Namun, hadiah gak mesti saya berikan agar Dhia gak mengaji karena ingin mendapat hadiah.

Terakhir, konsistensi saya sebagai ibunya menjadi hal terpenting dalam mengajak dan mengajari anak membaca Iqro'. Kalau diri sendiri gak bisa konsisten bagaimana anak mau bisa? Namun ada cara lain bagi orang tua yang gak mau repot mengajari atau gak sempat dan berbagai alasan lain, yaitu antar anak ke tempat mengaji atau Taman Pendidikan Al-Qur'an di dekat rumah.

Untuk yang terakhir, saya memilih mengajari sendiri anak-anak saya di rumah. Dengan begini akan menjadi salah satu sarana menjalin keakraban dengan mereka. ^_^

3 comments:

  1. pertamanya sih belajar di TPQ, lama - lama ya belajar di rumah setelah sholat maghrib, terus berlanjut sampai baca Al - quran bersama Mas, eh sekarang pada sibuk sendiri, jadi baca sendiri - sendiri ;')

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang penting tetap terus membaca, ya . hehe :)

      Delete
  2. anakku sekarang lagi males banget baca Iqro ke tempat ngajinya klo ngaji sama aku masi mau tp klo ke tempat ngajinya ga mau pdhl sengaja sekolahin ngaji biar ga hanya baca Iqra tapi bisa dptin yg lain hahaha
    kadang sampe jengkel mba klo ga mau baca ckckk tp klo lg rajin ga disuruh solat atau ngaji pun dy lakuin mmm anakku cipok juga dah hahaha

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)