1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

18 November 2013

Prompt #5 : Dilema




Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

"Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua." Ucap Roni pada dirinya sendiri.

“Tapi Ririn harus tahu, Ron. Cepat atau lambat dia pasti akan tahu juga, walaupun kita tutup-tutupi.” Marni berkata santai sembari memainkan gelas wisky di tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang rokok.

“Tapi tidak sekarang. Aku minta waktu seminggu menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan semua ini padanya. Kamu, jangan berani-berani menemuinya tanpa sepengetahuanku.”

“Oke. Kalau begitu, kamu harus memberiku uang untuk tutup mulut.” Marni  berdiri dari tempat duduknya dan menyondongkan badannya ke Roni.

“Baiklah. Tapi awas. Jangan coba-coba mendekati Risaku!” Roni berkata sambil mengacungkan telunjuknya ke wajah Marni dan menatapnya tajam.

Roni lalu berjalan ke lemari dan mengambil sebuah amplop dari laci.

“Ririn sebentar lagi pulang. Pergilah!” ucap Roni sambil melemparkan amplop tadi.

***

Ririn menghempaskan lembaran kertas ke meja. Roni yang sedang membaca buku kaget melihat lembaran yang  dua hari lalu diberikan oleh Marni kepadanya.

“Apa maksudnya ini, Pa. Ini Akte Kelahiranku ,kan? Siapa Marni. Kenapa di situ yang tertulis bukan nama Mama Ira ,Pa? Jawab Ririn, Pa, jangan diem aja. Jadi, selama ini Papa membohongi Ririn dan Mama?”

Roni tak bisa berbuat apa-apa melihat Ririn pergi dan membanting pintu.

============================================================
204 kata
Dibuat untuk MondayFlash Fiction

2 comments:

  1. Aktif di MFF ya? Aku kadang ikut kadang enggak, on off tergantung pas ada ide apa nggak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga. ini nulis prompt yg udah "kadaluarsa", udah beberapa bulan lalu dilemparnya . Ini krn mau belajar lagi mulai dari awal,hehe

      Delete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)