1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

18 November 2013

Prompt #3 : Telat




Kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore. Aku semakin mempercepat pekerjaanku agar lekas selesai, karena sore ini sahabat terbaikku, Rendra, akan melangsungkan pernikahannya dengan seorang gadis yang selama ini dirahasiakannya dariku.

Akhirnya kerjaan selesai, jam empat kurang seperempat. Aku bergegas menuju loker dan mengganti baju kerjaku dengan jas hitam yang sudah kusiapkan dari kemarin. Lalu segera menuju tempat parkir dan langsung gaspol motor gedeku. Sebucket bunga sudah nangkring manis di jok belakang.
Sampai di sebuah rumah sakit, sudah agak gelap.

"Gawat!"

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat!

"Tidak apa-apa," kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku. Tapi, mengapa semua orang terlihat bersedih? Seharusnya ini menjadi hal yang membahagiakan. Karena Rendra, yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit selama bertahun-tahun akhirnya menikah juga.

Ada apa ini? Tanganku gemetar, dengan berat kulangkahkan kaki menghampiri Rendra. Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya. Ah, tidak! Jangan seperti ini caramu meninggalkan aku, sobat.

Satu-satu mereka memberiku jalan agar sampai di tempat tidur Rendra.  Seketika aku bagai tersambar petir, melihat  mata terpejam Rendra dan wajah pucatnya. Aku menoleh pada Noisy, adik perempuan Rendra, bertanya tanpa kata-kata.

“Kakak meninggal saat hendak memakaikan cincin di jari manis Kak Yaumi.” Jawabnya parau.

Yaumi? Yaumi? Sepertinya nama itu tak asing bagiku.
Ku amati lekat-lekat sosok wanita yang memakai gaun pengantin putih itu. Pipinya basah dan wajahnya tertunduk.

“Yaumi..!?”

Ternyata wanita yang Rendra rahasiakan selama ini adalah wanita yang pernah ada di hatiku. Lima tahun lalu, ia meninggalkanku dengan satu kalimat yang kini terngiang kembali.

“Ryan, maaf aku bukan wanita sempurna, aku tak bisa punya anak karena kanker di rahimku. Carilah wanita yang sehat.”

=======================================
 296 kata
Dibuat untuk Monday Flash Fiction

0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)