1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

13 November 2013

Cimahi Hujan Es

Selasa, 12 November 2013 siang antara jam 1 atau jam 2 an, Cimahi, Jawa Barat terjadi hujan es! Appaaa?! Hujan es? (*biasa aja kalee | nggak, ini mah nggak biasa )
Iya, bener-bener hujan es, bukan snow / salju tapi butiran es (mirip es batu yang dipecah-pecah). Ketika sampai di tanah hanya sebesar ujung jari.

gbr sbg ilustrasi aja, karena hasil jepretan ku gak layak tayang hhh


Tapi emang bener-bener terjadi, padahal sebelumnya terang mblentang , cerah banget dengan langit biru tanpa awan sedikitpun menggelayuti. Namun tetiba langit menjadi kelabu, awan hitam menggantung tebal di langit Cimahi. Hujan. Awalnya masih hujan air seperti biasa, ketika beberapa menit kemudian, hujannya kok bunyinya plethok-plethok gak seperti biasanya. Karena penasaran, dengan menggendong Akram aku membuka pintu depan. Wah, sudah banjir! Air hujan muncrat sampai ke depan pintu. Setelah kuamati, kok hujannya gedhe-gedhe, ah.. iiih, itu adalah butiran es. Masya allah, baru kali ini aku menemui fenomena hujan es (hail), sebelumnya di Bandung juga pernah terjadi di tahun 2008 namun waktu itu aku gak melihat langsung.

Tak puas hanya melihat dari bawah, buru-buru aku naik ke lantai atas masih dengan menggendong Akram. Dhia mengikuti dari belakang karena takut tinggal sendiri di kamar bawah.
Kubuka jendela kamar, angin dingin nan  kencang (entah berapa kecepatannya soale gak ku hitung :} ) langsung masuk ke hidung. Dinginnya menusuk.
Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah..
Aku gemetar, merinding, ada sedikit ketakutan melihat angin yang begitu kencang, air yang begitu deras, dan butiran-butiran es yang meloncat-loncat menari di atas genteng. Kuambil gambarnya sebentar, walaupun hanya dengan kamera hape beresolusi rendah, yang penting aku bisa merekamnya.
Angin dan hujan semakin deras. Suara yang ditimbulkannya pun semakin terdengar mengerikan.

"Ya Rabb, ampuni aku." pekikku.

Akram dan Dhia mulai ketakutan, mereka mengajakku untuk segera masuk ke kamar bawah yang hangat. Dengan menyimpan sejuta keingintahuan, aku sibuk menenangkan anak-anakku.

Mengapa hujan Es Bisa terjadi ?
Hujan es atau disebut Hail. Tidak sama dengan salju ( snow ). Hujan es ini terbentuknya karena permukaan tertinggi dari awan Cumulonimbusada  
ada pada titik beku karena adanya proses updraft (naiknya udara secara cepat ke atas) semakin tinggi maka suhu udaranya semakin rendah. Seperti yang sudah saya katakan tadi, sebelumnya panas sangat terik (sampai cucian baju kering semua padahal baru njemur agak siangan :D ) nah, pada saat itulah uap air yang didorong cepat naik ke atas dan mencapai titik beku membentuk gumpalan es. Karena beratnya sudah tak tertahan oleh gerak udara, maka batu-batu es berjatuhan disertai dengan hujan deras dan angin.
Hail ini berpotensi terjadi di musim pancaroba seperti sekarang. Dampak negatifnya adalah butiran es itu bisa merusak genteng atau bangunan, bisa juga atap mobil, kalau mengenai kepala kita tentu sakit bukan? Tapi, kemarin itu untungnya gak merusak bangunan, hanya saja terdengar kabar ada pohon besar tumbang dan menghalangi jalanraya di dekat STM Pembangunan.


Oiya, kata T. Djamalludin ,Kepala Pusat Sains Atmosfer dan Peneliti Utama Astronomi. LAPAN ,Hujan es saat ini tidak terkait dengan pemanasan global (global warming), kemungkinannya lebih terkait dengan pemanasan lokal, khususnya fenomena urban heat island (pulau panas perkotaan).(Yea, Cimahi kan banyak industrinya.) Tetapi, untuk masa depan potensi pengaruh pemanasan global semakin kuat. Frekuensi kejadian hujan es di daerah tropis kemungkinan meningkat. Dengan pemanasan global beberapa mekanisme hujan es akan diperkuat, antara lain dasar awan akan semakin rendah, sementara puncak awan semakin tinggi. Akibatnya ketebalan awan akan meningkat , updraft , dan pemompaan Ekman semakin cepat., yang berarti intensitas hujan es, petir, dan puting beliung akan meningkat.

Tadinya, aku mau buru-buru ke luar rumah mau nadahan esnya, lumayan buat bikin sirop. Eee ternyata, esnya gak layak konsumsi karena tercampur sama polutan udara.

Kalau teman-teman pernah gak menjumpai langsung hujan es ini?

 ***
sumber : t-djamalludin.space.live.com
              wikipedia.org

6 comments:

  1. Di abu dhabi juga pernah mak, untung disini gak ada yang pake genteng
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya kalo saya jualan genteng di situ bakalan laris ya mak, #eh, malah ngomongin genteng.

      Delete
  2. wah hebat ulasan singkatnya tentang hujan es, btw di rumahku juga hujan es lowh Mak...

    ReplyDelete
  3. wah ngeri ya hujan es? kena kepala ga kebayang sakitnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga ngeri liatnya, gak berani keluar rumah

      Delete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)