1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

10 September 2013

Seminggu di Cirebon

Perjalanan menggunakan bis selama 6 jam serasa sebentar begitu menginjakkan kaki di Kota Cirebon, rumah dimana Abinya Dhia pernah tumbuh di sana bersama sang Nenek. Panas dan lembabnya  udara menjadi ciri khas tersendiri, begitu terkesan. Sambutan hangat keluarga dan para tetangga membuat kami lupa akan cape'nya perjalanan.

Dhia sangat senang ketika melihat tanaman bunga yang warna-warni ini tumbuh di halaman rumah kakek neneknya.
Dhia masih imut

Kemarin, kebetulan bertepatan dengan diadakannya pesta laut. Masyarakat Cirebon menyebutnya Nadran . Nadran digelar di kali Bondet yang menuju langsung ke pantai Utara. Kapal-kapal nelayan yang biasa digunakan untuk mencari ikan dihiasi dengan aneka macam buah dan hiasan lainnya. Suasananya meriah sekali. Sayang sekali kami tidak naik kapal dan ikut melarung 'sesajen' ke laut. Abudi sih takut terjadi hal yang nggak diinginkan, makanya nggak ngijinin saya dan anak-anak naik kapal. Padal pengen banget.

Kali (sungai) Bondet
Jadinya, kami cuma lihat-lihat aja dari pinggir sungai. Terus lihat-lihat pedagang souvenir dan beli makanan.
Foto ini diambil pukul 8 pagi, tapi udah seperti siang hari , hangat di badan.

Sore hari berkeliling Kota, salah satunya numpang narsis dulu di depan kantor Walikota. #kekeke

Seminggu di Cirebon, setiap pagi kami sarapan dengan jajanan khas Cirebon yang berbeda-beda. Makanannya sangat beragam, namun ada beberapa yang luput dari jepretan kami salah satunya adalah nasi Jamblang :( .

Ini dia beberapa jajanan pasarnya.
Saya lupa yang ini apa namanya. Ini semacam pisang coklat gitu.

Namanya DOCANG, sejenis lontong sayur tapi beda komposisi sayurannya dengan lontong sayur pada umumnya.

Ada Klepon (wrn hijau); ketan/ulen dg taburan abon; dan satu lagi seperti ketan tapi lebih lembut (*lupa namanya )



Seminggu di Cirebon berasa cuman sehari aja. 

0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)