1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

03 June 2013

FF #14 : Roselin


credit : dokumen pribadi Kartika Kusumastuti

Roselin melihat keluar jendela, ia lihat sekilas bukit di seberang rumahnya. Kemudian melihat ke jalan, mengamati setiap lelaki yang melewati jalan depan rumahnya. Sedang mencari-cari seseorang, tapi sepertinya tak ditemukannya. Roselin belum menyerah, dibuka daun jendela kamarnya lalu melongok ke bawah.

"Daddy...daddyyy..." Roselin sedikit berteriak, namun juga tak ada jawaban.

Angin dingin menyergap wajahnya.
Roselin menghela nafas sebentar. Terduduk.

"Daddy, dimanakah kau?" gumamnya, diremaslah roknya yang basah.

 Ia ingin menangis tapi tak bisa. ia sudah jarang sekali menangis sejak setengah tahun yang lalu. Roselin tak mau dikatakan anak cengeng oleh ayahnya.
 Dipandangnya sebuah foto di atas meja kecil dekat tempat tidurnya.

" Mom, seandainya kau disini sekarang..."

Lima menit berlalu, Roselin bangkit dan kembali dengan buku di tangannya. Duduk lagi di depan jendela kamarnya. Mengulang lagi membaca buku Snow White untuk ke-lima kalinya.

Sesekali dilihat jendela kamarnya, melihat jauh ke bukit, ke jalan, dan ke pagar rumahnya. Sepi. Putih. Salju sudah berhenti turun, menyisakan angin dingin yang tak terlalu kencang. Dinginnya menerpa wajahnya yang putih bersih. Roselin tak kuat, ditutup kembali daun jendela kamarnya. Kembali duduk di dekat jendela.

"Roselin..Roseliiin..!"

Roselin mengenali suara itu. Senyumnya mengembang. Bergegas ia berlari keluar kamar, tak menghiraukan kucingnya yang duduk di tangga. Dipeluk erat kaki ayahnya.

 "Daddy, kemana saja.... ?" tanya Roselin.

Roselin mengikuti ayahnya ke meja makan.

"Aku cemas karena saat bangun tidur tak menemukanmu, Dad."

Ayahnya tersenyum sambil membuka bungkusan yang tadi dibawanya.

"Daddy ke pasar, menjual kayu bakar lalu membeli beberapa daging dan roti. Maaf kau jadi menunggu lama, daddy mencari sesuatu di kota."

Roselin tak memperhatikan ayahnya lagi, ia cemberut duduk di bawah meja makan.

"Selamat ulang tahun Roselin" tiba-tiba ayahnya menyodorkan kue kecil rasa coklat ada hiasan bunga mawar, sesuai dengan namanya, Roselin, lengkap dengan lilin angka empat yang menyala.


ilustrasi dari sini

=========================================================================



huwaaa.. lagi belajar nulis flash fiction ini. Entahlah , bagus atau nggak yang penting sudah berani menulis. Monday Flash Fiction, Prompt #14 : Desa Berselimut Salju

4 comments:

  1. Selamat ulang tahuuuuunn hehehe

    ReplyDelete
  2. Akhhh so sweeetttttttttttt

    cuma tinggal EYD nya aja sih mak menurutku

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)