1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

05 January 2013

Kasih Sayang Kepada Sesama








Malam ini, saya seperti biasa membacakan cerita sebelum 'pasukan' ( baca : anak-anak ) tidur. Kali ini saya menceritakan kisah Sahabat Rasulullah yaitu Umar bin Khatab. Cerita ringkasnya seperti ini (sebenarnya di dalam buku ceritanya agak sedikit panjang.



Suatu hari Umar bin Khathab berjalan-jalan di seputar Madinah. Saat itu ia melihat seorang anak kecil sedang memainkan seekor burung pipit. Timbullah rasa iba dalam hati Umar. Ia pun segera membujuk si anak untuk menjual burung pipit mainannya. Anak itu setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu ke udara.

Setelah beliau wafat, sebagian sahabat mimpi berjumpa dengan Umar.

Mereka bertanya, "Bagaimana Allah memperlakukan Anda?"

Umar menjawab, "Allah mengampuni dan memuliakan."

Para sahabat bertanya kembali, "Apakah sebabnya? Apa karena kedermawananmu, keadilanmu, atau karena kezuhudanmu?".

"Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah terdengar suara tanpa rupa: 'Wahai Malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian tanya atau kalian takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi seekor burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayangi-Nya," demikian keterangan Umar.


Naaah...., kalau anak-anak ummi mau disayang ALLAH, kalian juga harus sayang kepada makhluk ciptaan-Nya. Mau itu orang seperti kita, binatang, atau tumbuhan.. semua harus disayang. Mbak Dhia harus sayang dede Akram, dan begitu juga sebaliknya. Ya?

Hikmah yang bisa diambil untuk orang tua > "Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang kepada sesama, kecuali Allah SWT akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku jahat kepada sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina."


0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)