1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

01 January 2013

Untuk Anakku, Dhia


Senin, 5 November 2012

Hai sayaang, bagaimana kabarmu hari ini?
Semoga kau sehat ya... :)
Ummi kangeeeen banget sama kamu,
padahal ummi stiap hari selalu bersamamu.
Tidur, mandi, makan, bermain, jalan-jalan..
Aaaah, banyak waktu yang kita habiskan bersama setiap hari.
Namun, entah mengapa malam ini ummi ingiin sekali menulis ini.
Ummi merasa bahwa kebersamaan kita selama ini hanya sebentar.
Sepertinya baru bulan lalu ummi ngelahirin kamu,
hari ini... kau sudah 3 tahun lebih.
Sudah banyak ngomong, pinter bercerita.. sepertinya baru kemarin kau mengoceh.
Suka lari-lari dan memanjat, sepertinya baru kemarin kau belajar jalan.
Suka menyanyi dan berjoged, sepertinya baru kemarin kau memintaku menyanyikan lagu untukmu.
Dhia sayang,
Apakah kau sayang ummi mu ini, seperti ummi sayang kepadamu?

Dhia... ummi ingin menghabiskan masa balita mu dengan sepenuhnya untukmu
dan tentu saja dengan adekmu.
Walaupun ummi sedikit terlambat menyadarinya...

Lima tahun pertama mu adalah segalanya bagi mu dan bagi ummi.
Yang tak bisa tergantikan dan tak bisa di ulang kembali tuk di perbaiki.
Mulai hari ini ummi janji
Akan mendahulukan kepentingan mu dan dedemu.

Dhia...
Maafkan ummi, ketika kau minta di temani main... ummi asyik dengan hape dan laptop, sehingga kau bilang...
"simpan dulu hape nya ummi...ayo main masak-masakan sama Dhia"
Ummi pun menjawab: "Sebentar Dhia...sebentaaar...ummi mau bales sms dulu niiich"
Kau langsung menurut.
Ketika kau mau makan...kau juga bilang,
"Matiin dulu laptop nya ummi...Dhia mau di suapin"
karna ummi hanya mengambilkan nasi dan lauknya, lalu kembali ke laptop dan bilang:
"Dhia, makan sendiri ya..ummi mau kerja dulu ya..."
Dan kaupun menurut.
:'(
Ketika kau mau jalan-jalan pagi, kau bilang: "ummi, yuk jalan-jalan kesana (sambil menunjuk jalan sekitar rumah)"
Ummi pun bilang : "Nanti sayang ya, ummi mau beres-beres rumah dulu..."
Dan lagi-lagi kau pun menurut, seraya menganggukkan kepala.
Dan maaaasih banyak lagi alasan-alasan lain yang ummi katakan.

Dhia mau kan maafin ummi..... :'((
Anakku...kau adalah segalanya bagi ummi.
Masa depanmu ada di tanganmu sendiri,
Namun, dari sinilah pondasimu.
Dari ummimu...
dari apa yang ummi torehkan di kertas putih yang bertuliskan namamu.
dari apa yang ummi contohkan kepada bayi mungil bernama Dhia, nama mu.
Dan dari keluargamu... Abi dan dede'

Dhia sayang....
Namamu yang berarti cahaya,
Benar-benar telah memberikan cahaya kepada keluarga ini.
Kau tidak hanya cantik, kau juga pintar dan cerdas.
Kau sungguh anak yang baik dan penurut.
Jadilah anak yang sholehah ya naaak...
Agar kau disayang Allah
Agar do'amu sampai kepada ummi dan abi,
ketika orang tua mu ini sudah meninggal.
Jadilah anak yang berbakti kepada agama, bangsa dan negara.
Sayangilah saudaramu seperti kau menyayangi dirimu sendiri.
Cintailah Allah dan Rasul-Nya melebihi cintamu pada dirimu sendiri.
Dan jadilah orang yang bermanfaat untuk banyak orang kelak kau dewasa ya Dhia ya...

Sayangku Dhia...
Untaian kata ini tak kan mampu mengukur rasa sayang ummi kepadamu.
Takkan mampu mengukur bersyukurnya ummi,
karna telah Allah anugerahkan dirimu untuk ummi.
Allah telah mempercayakan kau kepada ummi dan abi
maka, ummi harus menjaga dan membimbing mu sebaik-baiknya.

Ya Rabb...
Engkau telah memberiku tugas di muka bumi ini.
Maka biarkanlah aku menyelesaikan tugasku itu.
Jangan Kau ambil aku ketika tugasku belum selesai.
Panjangkanlah umurku dan suamiku
agar bisa melihat anak cucu kami sukses,
Sukses di dunia dan di akherat.
Jadikan keluarga ini menjadi keluarga yang Engkau ridhai Yaa Allaah..
Mampukan kami menjadi orang tua yang amanah,
Mampukan Ya Rabb...mampukan kami
Aamiin....


Salam Cinta
dari Ummi untuk anakku Dhia
^^







6 comments:

  1. Dhia sayang, untuk kau pahami...ummimu sungguh mencintaimu melebihi apapun. hehee...bagus banget mba, mang curahan hati seorang ibu lebih indah dari apapun.... ck ckckkckckk, aku juga pernah tulis tentang anakku...heheee pingin tulis lagi jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju,saya seringkali bercucuran air mata kalau mbaca curhatan para ibu.
      Kalau yang ini mah masih belajar nulis mbak, tapi makasih banyak support nya ya :)
      yuks, terus menulis :)

      Delete
  2. Aduh Dhia... persis deh kayak Wilda, begitu mamanya pegang laptop langsung : "mama atikang dulu itu... atikangggg.."

    Salam buat Dhia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ow yaa...? :D
      atikang tuh apa mbak?

      salam juga dari Dhia bwt Wilda, kayaknya seumuran ya?

      Delete
  3. seorang ibu memang menjadi sekolah pertama bagi anaknya.

    Segala perbuatan dan perkataan ibu pasti ditiru sang anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju, karna saya belum banyak ilmu maka saya mendidik anak dg tauladan. terima kasih sdh mampir. :)

      Delete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)